Al Rhizal Muhaimin
Kamis, 16 Februari 2017
Senin, 14 November 2016
KEARIFAN BUDAYA LOKAL BUGIS MAKASSAR
BAB 1
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pada
era global seperti sekarang ini, teknologi informasi sangat diperlukan dalam
penunjang
Berbagai macam bidang dalam sebuah Negara. Tidak dipungkiri
lagi, teknologi informasi sekarang sudah merata dalam bidang kebudayaan setiap
bangsa dan Negara.
Teknologi informasi sendiri memiliki keuntungan dalam bidang kebudayaan setiap daerah yang dimiliki oleh suatu bangsa, demi melestarikan dan membuat budaya tersebut tetap hidup di jaman era globalisasi seperti saat ini.
Teknologi informasi sendiri memiliki keuntungan dalam bidang kebudayaan setiap daerah yang dimiliki oleh suatu bangsa, demi melestarikan dan membuat budaya tersebut tetap hidup di jaman era globalisasi seperti saat ini.
Sehingga tidak perlu ditakutkan lagi akan kehilangan budaya
yang sudah turun temurun dari nenek moyang sampai saat ini. Di era globalisasi
seperti saat ini, budaya westeren ( kebarat-barat`an) sudah merasuki setiap
sendi-sendi Negara. Ini terjadi karena pada era globalisasi seperti saat ini
setiap Negara lebih terbuka antar satu dan yang lainnya berbagi
informasi, budaya, dan kebiasaan tentunya dari yang positif hingga negative.
Kemajuan teknologi informasi saat ini sangat diperlukan
untuk bidang kebudayaan, kenapa? Karena pada salah satu fitur teknologi
informasi adalah intinya, kita sebagai user dari teknologi informasi itu
sendiri bisa berbagi baik berbagi dalam Negara sendiri maupun Negara luar.
Dengan adanya ini semua, budaya yang ada pada setiap daerah bangsa dan Negara
tetap eksis ( terkenal ) dan tidak adanya penyelewengan Negara lain yang
mengaku-ngaku suatu budaya Negara lain sebagai budaya negaranya sendiri sejak
nenek moyang jaman dahulu.
Indonesia adalah Negara yang luas. Terbentang dari sabang
sampai merauke.
Tidak di ragukan lagi Indonesia sebagai Negara yang kaya akan budaya memiliki daerah, agama,
Suku bangsa yang berbeda, dan tentunya Indonesia memiliki budaya yang memiliki ciri khas setiap daerahnya. Salah satunya Budaya Daerah Suku Makassar.
Tidak di ragukan lagi Indonesia sebagai Negara yang kaya akan budaya memiliki daerah, agama,
Suku bangsa yang berbeda, dan tentunya Indonesia memiliki budaya yang memiliki ciri khas setiap daerahnya. Salah satunya Budaya Daerah Suku Makassar.
2. Rumusan
Masalah
1.
Jelaskan
latar belakang dari kearifan lokal suku Bugis Makassar.?
2.
Jelaskan
Norma Hukum yang ada dalam suku Bugis Makassar.?
3.
Sebutkan
Sistem kepercayaan dalam suku Bugis Makassar.?
4.
Sebutkan
Sistem Kekerabatan yang ada pada suku Bugis Makassar.?
3. Tujuan
1.
Menambah wawasan dan pengetahuan
tentang sistem sosial budaya bugis Makassar.
2.
Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah
Antropologi
Rabu, 09 November 2016
Makalah Ilmu Alamiah Dasar. Bumi sebagai Planet
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Bumi hingga sekarang ini merupakan satu-satunya planet pada
tata surya yang mempunyai kondisi yang memungkinkan adanya suatu kehidupan.
Sebagaimana planet yang lain, dari jauh bumi tampak sebagai bola yang melayang
mengedari matahari yang mempunyai sebuah satelit yang disebut bulan.Terjadinya
alam semesta hanya Allah SWT yang tahu. Bagi manusia alam semesta masih
merupakan misteri, masih merupakan peristiwa yang gaib dan penuh rahasia.
Namun, walaupun demikian, para ahli ilmu pengetahuan alam masih terus
mengadakan penelitian-penelitian untuk mengungkapkan tabir misteri tersebut.
Pada awalnya, manusia menganggap bahwa bumi ini merupakan
kedudukan yang istimewa dialam semesta ini. Karena, melihat bahwa matahari
terbit disebelah tibur dan terbenam disebelah barat. Hal ini berarti matahari
mengitari bumi. Anggapan ini pula mendasari hipotesis “Geosentris” dari
Ptolomeus.Pandangan geosentris berubah setelah Copernicus mengemukakan teori
“heliosentris” yang mengemukakan bahwa sebenarnya bumi tidak memiliki kedudukan
istimewa di alam semesta ini. Bumi hanyalah salah satu planet yang bersama
planet-planet lain bergerang mengitari matahari. Meskipun sejak abad ke-18
manusia sudah menyadari bahwa bumi adalah sebuah planet yang bergerank
mengitari matahari, kesadaran ini baru muncul dengan kuat pada paro abad ke-20.
Pada masa ini penerbangan pesawat luar angkasa semakin maju
B.
RUMUSAN MASALAH
Dalam
makalah ini adapun rumusan masalah yang disusun yaitu
1. Bagaimanakah bumi sebagai planet?
2. Bagaimanakah bagian-bagian bumi?
3. Apakah itu lapisan air (hidrosfer)?
4. Apakah itu lapisan uadara (atmosfer)?
5. Bagaimanakah menentukan umur bumi?
6. Apakah itu bulan?
7. Bagaimanakah kehidupan di luar bumi?
8. Apakah itu alam semesta?
C.
TUJUAN
Adapun tujuan dalam penyusunan makalah ini yaitu
1. Untuk mengetahui bumi
sebagai planet
2. Untuk mengetauhi bagian-bagian bumi
3. Untuk mengetahui lapisan air (hidrosfer)
4. Untuk mengetahui lapisan uadara (atmosfer)
5. Untuk mengetahui dalam menentukan umur bumi
6. Untuk mengetahui bulan
7. Untuk mengetahui kehidupan di luar bumi
8. Untuk mengetahui alam semesta
BAB
II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
Bumi Sebagai Planet
Bumi mengorbitkan matahari dalam lintasan berbentuk elips
(Hukum Keppler I), pada jarak rata-rata 149,6 juta km (93 juta mil). Karena
lintasannya berbentuk elips ini, maka jarak matahari-bumi selalu berubah. Jarak
matahari-bumi yang terdekat (perihelion) terjadi pada tanggal 4 januari, dengan
jarak 91,5 juta mil dan jarak matahari-bumi terjauh (apheloin) terjadi pada
tanggal 5 juli dengan jarak 94,5 juta mil, berarti perubahan matahari-bumi
dalam satu tahun sekitar tiga juta mil. Jarak rata- rata dari pusat matahari ke
pusat bumi disebut 1 AU (Astronomical Unit/ Satuan Jarak Astronomi).
Bumi kita tidak bulat sempurna, tetapi pepat pada kutub-
kutubnya dan menggelembung pada ekuatornya. Jari-jari di kutub bumi ini
disebabkan pada saat baru terbentuk. Bumi belum terlalu padat dan rotasinya
membuat menggelembung pada bagian yang tegak lurus sumbu rotasi, yaitu bagian
ekuator.
B.
Bagian –bagian Bumi
Melalui pengamatan seisomologi
(hantaran pada gelombang gempa bumi) para ahli geologi memperoleh gambaran
mengenai susunan bagian dalam bumi. Karena arah kecepatan dan bentuk gelombang
gempa ditentukan oleh komposisi dan kerapatan bagian dalam bumi.
Bumi ternyata memiliki beberapa
lapisan. Lapisan-lapisan tersebut antara lain:
ü Inti bumi
(Barisfer/ Centrosfer)
Pengetahuan manusia tentang inti bumi
masih sangat terbatas. Inti bumi terdiri dari dua bagian, yaitu inti luar
(tebalnya 2160 km) dan inti dalam (tebalnya 1320 km). Berat jenis inti bumi
inidiperkirakan 10,7, sedangkan berat jenis litosfer rata-rata 2,8.
Pengaruh panas matahari hanya terasa
paling dalam 20 meter di bawah permukaan bumi. Setelah 20 meter, temperaturnya
telah konstan tidak lagi dipengaruhi musim panas dan dingin. Akan tetapi, makin
masuk ke dalam bumi tempraturnya makin tinggi, umumnya tiap turun 33 m
temperatur naik 1
Beberapa alasan
tentang padatnya barisfer, antara lain:
Ø Bila seandainya
barisfer itu cair, maka tentu akan terjadi pasang naik dan pasang surut yang
mungkin akan mengakibatkan permukaan bumi kembang-kempis.
Ø Getaran-getaran gempa di Jepang dapat diukur
di Inggris dengan alat-alat yang halus. Sifat tersebut menunjukan bahwa inti
bumi padat.
Inti bumi menyebabkan adanya sifat ke
magnetan dari bumi. Bumi merupakan magnet raksasa dengan kutub utara magnet
terletak dibagian utara bumi dan kutub selatan magnet dibagian utara bumi,
meskipun ternyata tidak tepat betul pada kutub bumi menyimpang 17 dilihat dari
pusat bumi.
2.
Selimut (Mantel)
Sesuai dengan
namanya, lapisan ini bersifat melindungi bagian dalam bumi. Lapisan ini
tyerdiri dari tiga bagian yaitu sebagai berikut.
a. Listofer, artinya lithos
= batuan, sphaira = bulatan.
Lapisan ini terdiri dari dua lapisan, yaitu (1) lapisan “sial” (Silicium dan
Aluminium) dan (2) lapisan “sima” (Silicium dan Magnesium)
b. Astenosfer,
wujudnya agak kental, tebalnya 100-400 km. Diduga lapisan ini sebagai tempat formasi magma. Pada
lapisan ini pula sintesis batuan dan mineral di bentuk.
c. Mesofer, wujudnya padat
dengan tebal sekitar 2400-2750 km, terletak di bawah astenosfer. Pada perbatasan dengan inti bumi
terdapat transisi, dimana kecepatan gelombang menurun dengan tajam.
3.
Kerak Bumi
Lapisan ini
menempati bagian paling atas dari permuka bumi dengan tebal rata-rata antara
10-50 km, lapisan ini tidak sama tebalnya disemua tempat.
Kerak bumi
terdiri dari zat padat yang disebut batuan (termasuk pasir, tanah, abu gunung
berapi, kerikil, tanah liat, dll). Menurut kejadiannya, batuan di bedakan ata 3 golongan,
yaitu:
1.
Batuan beku (batuan magma)
Terjadi dari magma yang cair dan panas
membeku di dalam atau diluar bumi akibat tempraturnya turun.
2.
Batuan sedimen (endapan)
Air, angin, es mengikis batuan dan
hasil kikisannya diendapkan ke tempat lain,misalnya tanah liat, pasir, dll.
3.
Batuan metamorf (batuan malihan)
Batuan sedimen
maupun batuan beku yang telah mengalami perubahan sifat, karena suhu yang
tinggi atau tekanan yang berat.
C.
Lapisan Air (Hidrosfer)
Hidrosfer (hydro= air, sphaira=bulatan
atau bola) ialah semua perairan yang berada di bumi, yaitu samudra, lautan,
danau, sungai, dan air tanah. Air yang turun dari langit, sehingga hujan dan
salju, boleh dikatakan tidak mengandung garam atau mineral yang terlarut (air
tawar), masuk kesungai, mengalir diatas permukaan tanah dan bawah permukaan
tanah melarutkan garam mineral yang ada ditanah dibawa kelaut.
Garam mineral yang merupakan bagian
besar dari air laut, yaitu garam dapur (NaCl = Natrium Clorida) dan garam
inggris MgSO4 = Magnesium Sulfat). Kira-kira 71% dari planet bumi
ini merupakan lapisan air. Air dari laut,sungai, danau menguap (evaporasi)
ditambah penguapan dari vegetasi (transpirasi)akan membentuk awan.
Awan yang dibawa oleh angin ketempat yang lebih tinggi
akan mengalami pendinginan (kondensasi) sehingga terurai menjadi titik-titik
air yang karena gaya beratnya akan turun ke muka bumi sehingga hujan
(presipitasi).
Setelah sampai di permukaan bumi,
sebagian mengalir di atas permukaan dan sebagian lagi masuk ke dalam bumi
(filtrasi) sehingga terjadi aliran atas permukaan bumi dan aliran bawah
permukaan., mengisi kembali danau, sungai, dan laut serta diserap kembali oleh
tumbuhan. Dengan demikian terjadi siklus hidrologi.
Pada saat hujan, air hujan akan membawa
Oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2) yang ada di udara
ke dalam sungai, danau, dan laut sehingga memungkinkan bias ada kehidupan di
dalam air.
D.
Lapisan Udara (Atmosfer)
Atmosfer (atmos = uap/udara,sphaira=bulatan atau bola) adalah
lapisan udara yang menyelimuti bumi yang terdiri dari campuran gas-gas, debu,
dan uap air. Berdasarkan
sifatnya atmosfer dibagi atas beberapa lapisan.
1. Troposfer
Lapisan ini
yang paling dekat dengan permukaan bumi. Didaerah tropik, tinggi troposfer bisa
mencapai 18 km, sedangkan didaerah kutub tinggi troposfer hanya 6 km. Gejala
cuaca sehari-hari seperti awan, embun, hujan, salju, angin, terjadi pada
lapisan ini.
2. Stratosfer
Lapisan ini banyak mengandung gas
ozon (O3 ) yang mudah menyerap radiasi ultraviolet dari matahari.
Itulah sebebnya lapisan ini lebih panas dari pada lapisan troposfer. Pada
lapisan ini, suhu udara makin ke atas makin tinggi. Lapisan ini berada pada
ketinggian 18 km- 60 km.
3. Mesosfer
Lapisan
ini ditandaioleh penurunan suhu rata- rata 0,4ºC setiap naik 100 m (suhu udara
makin ke atas makin rendah). Suhu pada bagian teratas dari lapisan ini mencapai
-140ºC. lapisan ini terletak antara ketinggian 60 km sampai 85 km.
4. Termosfer
lapisan ini terletak antara ketinggian 85 km sampai 200 atau
300 km. suhu pada lapisan ini makin ke atas makin tinggi, hingga pada lapisan
teratas mencapai 1500ºC. ini di sebabkan karena oksigen yang ada pada lapisan
ini menterap radiasi ultra violet dari matahari. Di atas lapisan ini masih
terdapat lapisan termopause, yang terletak pada ketinggian 300 km sampai 1000
km. suhu termopause konstan terhadap ketinggian, tetapi berubah menurut waktu.
Pada malam hari suhu berkisar antara 300ºC - 1200ºC dan pada siang hari
berkisar antara 700ºC - 1700ºC.
E.
Menentukan Umur Bumi
Sekurang- kurangnya ada empat cara untuk menetukan umur
bumi. Sebagai berikut.
1.
Teori
sedimen
Cara ini didasarkan pada perhitungan tebal lapisan sedimen
rata- rata yang membentuk batuan, yaitu dengan mengetahui tebal lapisan rata-
rata yang terbentuk setiap tahunnya dan dibangdingkan dengan tebal sedimen yang
ada di bumi saat ini. Dengan cara ini, diketahui bahwa bumi kita telah berumur
500 juta tahun.
2.
Teori
Kadar Garam
Cara ini didasarkan atas perhitungan kenaikan kadar garam di
laut. Menurut teori ini, pada saat bumi terbentuk air laut kadar garamnya 0%
(tawar). Karena banyak sungai bermuara ke laut yang membawa dan mengendapkan
garam- garam mineral di laut sehingga air laut menjadi asin. Saat ini, kadar
garam di lautan rata- rata 3%. Kadar garam dari 0% sampai 3% digunakan sebagai
cara untuk menetukan umur bumi dan menurut teori ini umur bumi sudah 1000 juta
tahun.
3.
Teori
Termal
Menurut teori ini, pada saat bumi terbentuk merupakan batuan
yang sangat panas dan karena bersentuhan dengan udara yang suhunya lebih
rendah, maka batuan tersebut mendingin dan membeku seperti saat ini. Seorang
ahli fisika dari Inggris yang bernama Kelvin menduga bahwa batuan panas seperti
saat ini, memerlukan waktu 20.000 juta tahun.
4.
Teori
radioktivitas
Menerut teori in, zat adiktif dalam waktu tertentu akan
terurai separuhnya (meluruh) menjadi saat yan lebih rendah susunan zatnya.
Menurut teori ini, umur bumi sudah 5.000 juta – 7.000 juta tahun.
a.
Terbentuk
nya benua dan samudera di bumi
Benua merupakan bagian bumi yang tidak tertutup oleh
perairan. Pada saat Amerika dan Afrika pecah, celah diantaranya membentuk
samudera atlantik. Anak benua India yang tadinya menempel di benua Afrika retak
dan pecah bergerak ke utara menempel pada benua asia. Akibatnya, terjadi
gerakan vertical, yang naik membentuk pegunungan Himalaya dan yang turun
membentuk samudera Hindia.
Pada saat bumi berotasi, ada sebagian massanya yang
terlempar keluar, yang kemudian menjadi bulan (satelit bumi), sedangkan bagian
yang ditinggalkan berbentuk cekungan menjadi Samudera Pasifik.
Apabila lempeng benua dan lempeng samudera saling
bertabrakan, maka lempeng samudera tersebut akan menyusup atau menujam ke bawah
lempeng benua, karena lempeng samudera mempunyai berat jenis besar. Pada
pertemuan kedua, lempeng tersebut akan ditemui jalur palung laut, proses
pelipatan dan sesar, disertai kegiatan vulkanisme serta merupakan wilayah rawan
gempa.
Apabila dua lempeng bergerak saling menjauh, maka akan
terjadi rekahan dan dari rekahan tersebut akan keluar magma yang banyak
mengandung besi dan magnesium, yang kemudian membeku membentuk kerak bumi yang
baru.
Apabila dua lempeng saling bergesekan, maka pada bidang
batasnya ditemukan petahan atau sesr mendatar.
b.
Pembentukan
relief bumi
Permukaan bumi tidaklah rata, tetapi bervariasi, mulai dari
daratan, bergelombang, berbukit hingga bergunung. Bahkan, banyak dijumpai
lembah. Semua ini merupakan bukti kongkrit bahwa ada suatu proses pembentukan
permukaan bumi sehingga bentuknya seperti sekarang ini.
Gaya tektonik yang bekerja dari dalam bumi menyebabkan
pengaruh yang nyata di permukaan bumi. Secara garis besar, gaya tektonik
dibedakan atas tektonik epirogenesa dan tektonik orogenesa. Tektonik
epirogenesa adalah suatu gerakan vertikal yang lambat dan meliputi derah yang
luas. Bila gerakannya merupakan penurunan disebut epirogenesa negative.
Tektonik orogenesa adalah suatu gerakan vertikal yang meliputi daerah yang
sempit. Gerakan ini akan membentuk pegunungan.
Disamping gerakan- gerakan tersebut di atas, ada gerakan
lainnya yang disebut pelkungan (warping), pelipatan (fold), retakan (joint) dan
patahan (fault).
c.
Gerakan
rotasi bumi
Bumi berputar pada porosnya dengan arah barat-timur dan
sekali putar memerlukan waktu 23 jam 56 menit 4 detik. Gerakan bumi berputar
pada porosnya disebut rotasi bumi.
d.
Gerakan
revolusi bumi
Bumi di samping berputar pada porosnya juga berputar
mengitari matahari dan sekali putar memerlukan waktu 365,25 hari. Gerakan bumi
berputar mengitari matahari disebut revolusi bumi.
e.
Gravitasi
bumi
Jika sebuah benda dilemparkan ke udara, ia akan jatuh ke
bumi. Hal ini disebabkan adanya gaya tarik bumi (gravitasi bumi). Bumi
mempunyai gaya tarik ke arah intinya yang lebih dikenal sebagai gaya gravitasi.
Sebenarnya gaya gravitasi telah ada semenjak bumi dan alam semesta ini
tercipta.
Makin jauh daripada gravitasi, bobot materi makin berkurang.
Tubuh manusia akan lebih besar bobotnya bila berada di puncak gunung. Makin
tinggi seseorang mendaki gunung, bobot tubuh makin ringan. Sampai pada ketinggian
tertentu, suatu materi tidak punya bobot lagi, akibatnya akan melayang- laying
di udara. Dengan demikian bobot suatu materi tergantung kepada kuatnya gaya
tarik gravitasi.
f.
Pasang
surut laut
Pasang surut adalah gerakan naik turunnya muka laut secara
berirama yang disebabkan oleh gaya tarik matahari dan bulan. Matahati mempunyai
massa 27 juta kali lebih besar daripada massa bulan, tetapi jaraknya sangat
jauh dari bumi (rat-rata 149,6 juta km), sedangkan bulan, satelit bumi jaraknya
sangat dekat dengan bumi (rata-rata 381.550 km) adalah dalam mekanika alam
semesta, jarak lebih menentukan daripada massa. Oleh karenanya, bulan mempunyai
peranan yang lebih besar daripada matahari dalam menetukan pasang surut.
Adanya gaya tarik bulan yang kuat menyebabkan bagian bumi
yang terdekat ke bulan akan tertarik membengkak hingga perairan samudera di
situ akan naik dan menimbulkan pasang.
Bila bulan-matahari membentuk siku-siku terhadap bumi, maka
tarik keduanya akan saling meniadakan. Akibatnya, perbedaan tinggi air laut
g.
Gerhana
matahari dan gerhana bulan
Gerhana bulan terjadi pada saat bulan berada pada fase
purnama dan tentunya terjadi saat malam hari. Gerhana bulan sebagian terjadi
apabila tidak seluruh bagian bulan memasuki daerah umbra, atau bulan hanya
masuk pada daerah penumbra.apabila seluruh bulan memasuki daerah umbra maka
akan terjadi gerhana bulan total.
Gerhana matahari sebagain terjadi apabila tidak seluruh
bagian bulan menghalangi cahaya matahari. Gerhana matahari total dialami oleh
daerah di bumi yang masu k pada umbra, yaitu seluruh cahaya matahari terhalang
bulang. Apabila daerah umbra tidak sampai pada muka bumi, maka akan terjadi
gerhana matahari cincin. Gerhana matahari terjadi karena ada bagian bumi yang
tertutup oleh bayangan bulan.Ada tiga macam gerhana matahari yaitu gerhana
matahari total, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin.
h.
Musim
di bumi
Kombinasi dari revolusi dan kemiringan bumi akan
mempengaruhi sudut jatuh sianr matahari dipermukaan bumi. Hal ini mengakibatkan
terjadinya musim di permukaan bumi dan mempengaruhi lamanya siang/malam.
Di
bumi ada empat macam musim yaitu
a)
Musim
dingin, dibelahan bumi utara terjadi pada bulan Desember-Januari-Februari,
sebaliknya dibelahan bumi selatan terjadi musim panas
b)
Musim semi, dibelahan bumi utara terjadi pada
bulan Maret-April –Mei, sebaliknya dibelahan bumi selatan terjadi musim gugur.
c)
Musim
panas, dibelahan bumi utara terjadi pada bulan Juni-Juli-Agustus, sebaliknya
dibelahan bumi selatan terjadi musim dingin.
d)
Musim
gugur, dibelahan bumi utara terjadi pada bulan September-Oktober-November,
dibelahan bumi selatan terjadi musim semi
F.
Bulan
Bulan merupakan satu-satunya satelit bumi, tidak punya
atmosfer, diameternya 3456 km dan jaraknya dari bumi rata-rata 381.550 km
(jarak terjauh bulan dari pusat bumi 406.700 km dan jarak terdekat 356.400 km).
bulan mengorbit bumi dengan periode 27,3 hari waktu ini disebut periode
sideris, sedangkan selama waktu yang dibutuhkan bulan mencapai dua fase
sama berturut-turut, misalnya dari bulan purnama ke bulan purnama berikutnya
disebut periode sinodis. Waktu satu periode sinodis 29,5 hari.
Perhitungan tahun menurut bulan mengelilingi bumi disebut
perhitungan “qamariah” (bahasa arab, qamar = bulan). Penanggalan Hijriah
berdasarnya peredarab bulan mengelilingi bumi. Perhitungan tahun menurut
peredaran bumi mengitari matahari disebut perhitungan “syamsiah” (bahasa Arab,
Syam = matahari) contohnya adalah penanggalan Masehi.
G.
Kehidupan di Luar Bumi
Adanya kehidupan memerlukan persyaratan yang amat ketat. Kehidupan
hanya berlangsung di suatu planet anggotasuatu sistem tata surya. Planet itu
tidak boleh terlalu dekat dari bintang pusat, tetapi juga tidak boleh terlalu
jauh. Pada sistem tata surya kita, tidak akan dijumpai kehidupan di planet
Venus dan Merkurius, karena suhunya terlalu panas, dan kehidupan juga tidak
akan dijumpai di planet- planet Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan
Pluto, karena terlalu dingin. Di bumi ini pun, bila gravitasinya terlalu kecil,
kehidupan juga tidak akan muncul karena unsure- unsur berat yang sangat perlu
untuk kehidupan tidak akan terdapat di atmosfer bumi.
Sampai saat ini, para ilmuwan masih berspekulasi tentang adanya
kehidupan di luar bumi dan secara umum terbagi dalam dua kubu. Kubu pertama,
yakni bahwa di alam semesta tidak ada kehidupan lain selain yang
H.Alam Semesta
1. Pengertian alam semesta
Alam semesta atau mayapada merupakan satu jagat yang tak
terkirakan besarnya yang didalamnya terdapat milyaran bintang. Bintang-bintang
inilah yang merupakan sumber cahaya yang menerangi jagad raya dan tampaknya
berkelompok-kelompok yang dikenal dengan nama GALAKSI. Galaksi ini terdiri dari
ribuan bintang dan salah satu bintang itu adalah matahari kita (galaksi tempat
matahari kita berinduk diberi nama Milky Way Bhima Sakti).
Matahari merupakan pusat sistem tata surya kita
(Helionsentris), dikelilingi oleh planet-planet, komet-komet, meteor-meteor,
debu dan gas antarplanet.peredaran planet mengelilingi matahari disebut gerak
revolusi, planet –planet disamping mengitari matahari juga beredar
mengelilingi sumbunya, gerakan ini disebut gerak rotasi.
2. Terbentuknya alam semesta
Ada dua teori terbentuknya alam semesta yaitu
a) Teori ledakan (Big Bang)
Georges Lemaitre (1930) mengatakan bahwa ada suatu massa
yang sangat besar dengan berat jenis yang sangat besar, meledak dengan hebat,
melemparkan semua jasad segala arah menjauhi pusat-pusat ledakan.
b) Teori ekspansi-kontraksi
Herman Bondi, Thomas Gold dan Fred Hoyle (1948) mengatakan
bahwa alam semesta dalam keadaan diam hanya mengalami siklus “masa ekspansi”
(mengembang) dan “masa kontraksi” (mengkerut) pada masa kontraksi terbentuk
galaksi serta bintang-bintangnya dan menghimpun energi, sedangkan masa
kontraksi galaksi dan bintang-bintangitu melepaskan energi.
3. Terbentuknya galaksi
Menurut Fowler (1957), di alam semesta ada kabut gas
hydrogen yang besar sekali bergerak perlahan mengadakan rotasi sehingga
berbentuk bulat, karena gaya beratnya ia berkontraksi. Akibat kontraksi ini,
massa bagian luar banyak yang tertinggal, sehingga terbentuklah
bintang-bintang. Bintang-bintang ini kemudian berkontraksi, melepaskan energi
dan panas. Setelah sekian lama mempunyai bentuk yang tetap seperti matahari
kita.
4. Terbentuknya tata surya
Ada beberapa teori terbentuknya tata surya yaitu
a. Hipotesis Nebular
Kant dan laplace (1796), mengatakan bahwa tata surya
terbentuk dari kondensasi massa awan panas atau massa kabut gas yang
sangat panas. Dalam proses kondensasi tersebut, massa kabut gas yang jauh dari
pusat massa tertinggal. Ia tidak ikut tertarik kea rah pusat. Setelah
mendingin, pusat massa menjadi bintang dan matahari dan massa yang tertinggal
mengelilingi matahari menjadi planet-planet dan benda angkasa lainnnya.
b. Hipotesis Planettessimal
Chamberlain dan Moulton (1905), mengemukakan bahwa
pembentukan sistem tata surya tidak berasal dari satu massa, tetapi dua massa
kabut gas saling berdekatan akan menimbulkan gaya tarik-menarik. Akibatnya,
sebagian massa dari kedua massa kabut gas tersebut terlepas dan setelah
mendingin ternbentuklah benda-benda kecil yang padat (planettesimal).
c. Hipotesis tidal
James jeans dan Harold Jeffreys (1919), mengemukakan bahwa planet
dan benda-benda angkasa lainnya merupakan percikan dari matahari (tidal). Tidal
ini terjadi karena ada dua buah matahari yang bergerak saling mendekat sehingga
terjadi gaya tarik-menarik lalu terjadilah percikan-percikan dari matahari itu.
Tidal-tidal inilah yang kemudian menjadi planet dan benda-benda angkasa
lainnya.
Bagian-bagian
dari tata surya
Surya adalah kata lain dari matahari. Tata surya berarti
adanya suatu organisasi yang teratur pada matahari itu. Seperti kita ketahui
matahari kita ini dikelilingi oleh Sembilan planet dan beberapa buah satelit.
Bagian-bagian tata surya kita yaitu
a. Matahari
Matahari merupakan suatu bola gas yang pijar dan terdiri
dari 94% atom hidrogen (H), dan 5,9% atom Helium (He), sisanya campuran
unsur-unsur carbon (C), dan atom lainnya. Matahari sangat penting bagi
kehidupan di bumi, karena merupakan sumber cahaya dan panas (energi), dan
mengontrol peredaran planet-planet, yang berarti mengontrol terjadinya siang
dan malam, pergantian hari, minggu, bulan dan tahun.
b. Merkurius
Planet ini adalah planet paling dekat dengan matahari. Waktu
paling baik untuk melihat planet ini dari bumi sesaat sebelum matahari terbit
dan terbenam. Saat merkurius berada di sebelah barat matahari akan terbit
dahulu daripada matahari dan akan kelihatan sebagai bintang pagi. Sebaliknyab
saat merkurius disebelah timur matahari akan kelihatan sebelum matahari
terbenam dan kelihatan sebagai “bintang sore”.
c. Venus (bintang kejora)
Venus menempatkan urutan kedua terdekat dengan matahari.
Planet ini terlihat cantik dan orang Yunani menanamkan planet ini sesuai dengan
nama dewi kecantikan mereka Venus. Itulah sebabnya sehingga ia terkenal dengan
nama “bintang kejora” yang bersinar terang pada watu pagi dan sore hari.
d. Bumi
Tentang
bumi sudah dijelaskan lebih detail pada bagian awal
e. Mars ( Planet Merah)
Planet ini diberi nama sesuai dengan nama dewa perang orang
Yunani karena planet ini warnanya kemerah-merahan, akibat dari oksida besi yang
banyak terdapat di permukaanya. Mengingat warna merah berkaitan dengan darah
dan darah tercecer saat perang maka planet ini diberi nama Mars. Mars mempunyai
dua satelit (Phobos dan Deimos), punya atmosfer. Permukaan planet mars sangat
dindin, sangat kering, banyak sinar ultraviolet, tidak ada bahan organic, sering
terjadi badai, banyak pasir.
f. Yupiter
Yupiter merupakanplanet terbesar dalam sistem tata surya
kita, rotasinya tercepat. Yupiter beredar matahari sekali dam 11,9 tahun dan
mengadakan rotasi sekali dalam 9,9 jam. Massanya 318 kali masssa bumi.
Gravitasinya 2,64 kali gravitasi bumi. itulah sebabnya Yupiter mampu merengkuh
14 satelit dan empat diantaranya cukup besar (Io, Europa, Ganimeda, dan
Callisto)
g. Saturnus
Planet ini kedua terbesar setelah Yupiter dan memiliki
keunikan sendiri. Ada kabut yang mengitari secara sismetris, disebut “cincin
saturnus”. Cincin ini diduga berasal dari satelit yang tidak pernah terbentuk,
karena gaya ganggu saturnus yang besar akibat letaknya yang terlalu dengan
saturnus sehingga calon satelit itu menjadi tidak stabil. Saturnus memiliki17
buah satelit.
h. Uranus
Planet ini merupakan planet pertama yang dapat ditangkap
oleh teleskop. Planet ini tidak akan kelihatan bila tidak menggunakan teleskop
karena letaknya cukup jauh dari matahari dan ukuran tidak cukup besar. Uranus
memiliki 5 buah satelit yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon
i.
Neptunus
Planet ini dilihat dengan teleskop dari bumi berwarna
kebiru-biruan. Dari spectrum cahanya, planet ini diketahui mempunyai atmosfer,
yang sebagian besar terdiri dari gas metana. Neptunus sering juga disebut
planet “pembuat ulah” karena sering beredar meninggalkan garis edarnya.
Neptunus memiliki 2 buah satelit yaitu Triton dan Nereid.
j.
Pluto
Planet ini merupakan planet terjauh dari matahari. Mengingat
sangat jauh dari matahari sehingga gelap sehingga diberi nama Pluto (Pluto
adalah nama dewa kegelapan orang Yunani). Pluto bergerak mengelilingi matahari
satu kali keliling memerlukan waktu 248 tahun. Ia berputar pada porosnya yang
memakan waktu 6,4 hari dan meiliki sebuah satelit yang bernama Charon.
6.
Benda-benda angkasa lain
Ada
beberapa angkasa lain yang juga mengitari matahari, sebagai berikut
a. Asteroid
Asteroid merupakan benda angkasa kecil mirip dengan planet.
Jumlahnya ribuan, lintasannya antara planet Mars dan planet Yupiter. Asteroid
pertama yang ditemukan diberi nama Ceres oleh penenmunya Piazzi. Ternayata
Ceres merupakan asteroid terbesar.
b. Komet atau bintang berekor
Ketika melintas didekat bumi dengan cepat, benda angkasa ini
menampakkan ekornya yang panjang. Pada saat jauh dari matahari, komet bergerak
lambat makin mendekat matahari gerakan semakin cepat. Pada saat mendekat kepada
matahari, gas pada inti komet mulai menguap menjulur pada arah yang tepat. Hal
ini akibat angin matahari.
c. Meteor (bintang beralih)
Meteor adalah benda-benda kecil dari jagat raya yang
memasuki angkasa bumi. pada malam hari, kadang-kadang terlihat seperti bintang
beralih tempat di langit, orang menyebutnya bintang jatuh atau bintang beralih.
Jika meteor memasuki lapisan atmosfir bumi, maka ia akan bergesekan denagan
udara, sehingga suhu meteor akan naik, kemudian memijar lalu menguap. Pada
umumnya benda tersebut sudah habis terbakar sebelum mencapai permukaan bumi.
benda angkasa yang memasuki atmosfer bumi disebut meteorit sedangkan
peristiwa pemijaran disebut meteor.
d. Satelit
Satelit merupakan piringan planet. Satelit beredar
mengelilingi planet (revolusi), di samping berputar pada porosnya (rotasi). Ia
bersama dengan planet satelit mengitari matahari. Satelit yang paling dikenal
adalah bulan, satelit bumi.
BAB
III
PENUTUP
PENUTUP
A. KESIMPULAN :
Berdasarkan uraian di atas, dapat di simpulkan bahwa bumi
merupakan salah satu planet yang menjadi bagian tata surya. Bumi berada di
galaksi Bimasakti yang merupakan salah satu dari sekian banyak galaksi di jagad
raya. Bersama planet-planet dan benda langit lainnya, bumi berevolusi
mengelilingi matahari dan berotasi pada porosnya. Bumi terdiri atas beberapa
bagian dengan materi penyusun yang berbeda-beda. Manusia hidup dalam lapisan
terluar permukaan bumi yang disebut litosfer dan di lindungi oleh lapisan
atmosfer yang melindungi kehidupan manusia.Selain itu, alam semesta merupakan satu jagat yang tak terkirakan besarnya yang didalamnya
terdapat milyaran bintang. Bagian- bagian dari tata surya yaitu Matahari,
Merkurius, Venus, Mars, Bumi, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto. Dan
benda-benda angkasa lainnya yaitu Asteroid, Komet, Meteor, Dan Satelit.
DAFTAR
PUSTAKA
Tim
Dosen IAD, 2004. Ilmu Alamiah Dasar (IAD). Universitas Negeri Makassar
Langganan:
Postingan (Atom)